Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

6 Cara Mengatur Keuangan Bisnis Online

Bagi pemilik bisnis, hal yang paling sering menjadi kendala adalah pengaturan keuangannya. Tanpa cara mengatur keuangan bisnis online yang tepat, kadang usaha tampak berjalan lancar dengan banyak transaksi, tetapi justru merugi.

Hal ini bisa saja terjadi, karena memang tidak semua omset berarti keuntungan. Di dalam nominal pendapatan tersebut terdapat adanya biaya-biaya yang menjadi tanggungan sebuah bisnis. Sayangnya, ini sering terabaikan.

Banyak pebisnis online yang beranggapan bahwa seluruh pendapatannya adalah keuntungan yang bisa langsung digunakan. Pada akhirnya bahkan modalnya pun turut dibelanjakan untuk kepentingan konsumtif.

Cara Mengatur Keuangan Bisnis Online

6 Cara Mengatur Keuangan Bisnis Online

Kerugian suatu bisnis terjadi apabila nominal pengeluaran lebih besar dari nilai pendapatannya. Tanpa pengaturan yang tepat, hal ini sulit terdeteksi sedari awal. Untuk menghindari hal itu, tak ada salahnya menerapkan beberapa tips di bawah ini:

1. Membedakan Antara Keuangan Pribadi dan Bisnis

Umumnya bisnis online merupakan sekadar usaha sampingan seseorang. Namun, bukan berarti pengaturan keuangannya menjadi tidak penting. Justru melalui pengaturan yang baik, bisnis akan berjalan sehat dan berkembang.

Sayangnya, karena menganggap hanya sampingan belaka, banyak orang yang tidak melakukan pemisahan antara keuangan pribadi dan bisnis. Setiap uang yang masuk dianggap milik pribadi yang boleh dibelanjakan sesuka hatinya.

Baca juga : Hindari 8 Kesalahan Cara Mengatur Keuangan Jualan Online

Sikap tidak disiplin ini dapat berakibat pada kehancuran bisnis, karena saat perlu menjalankan dan mengembangkan usaha, uangnya sudah habis terpakai. Oleh sebab itu, pastikan membuat pemisahan antara uang bisnis dan uang pribadi.

2. Hindari Menggunakan Uang Bisnis untuk Konsumsi

Setelah membuat pemisahan antara uang pribadi dan bisnis, yang selanjutnya harus dilakukan adalah disiplin. Tahan diri agar tidak tergoda memanfaatkan uang bisnis untuk keperluan pribadi yang bersifat konsumtif.

Kadangkala, orang lebih permisif dan menganggap boleh saja menggunakan uang bisnis, dengan catatan itu adalah hutang dan nantinya akan membayarnya kembali. Sayangnya, karena merasa uang bisnis milik sendiri, jadi enggan mengembalikannya.

3. Perlakukan Diri Sendiri sebagai Pekerja

Cara mengatur keuangan bisnis online yang berikutnya adalah menempatkan diri sebagai karyawan. Dengan demikian, rasa memiliki uang bisnis tersebut dapat ditekan. Jadi, tidak lagi tergoda untuk menggunakannya sembarangan.

Memosisikan diri sebagai karyawan juga berarti bahwa berhak mendapatkan gaji. Tetapkan gaji yang rasional dengan mengasumsikan jika orang lain yang mengerjakan pekerjaan tersebut. uang gaji inilah yang bisa digunakan sesukanya.

Apabila masih belum memungkinkan, bisa juga menggaji diri sendiri dengan sistem bagi hasil. Setiap bulan, berapa pun keuntungan bersih perusahaan, bisa dibagi dengan persentase tertentu. Satu bagian untuk pemilik, investasi, dan pengembangan usaha.

4. Mencatat Biaya Tetap dan Variabel

Banyak pebisnis tidak mengetahui jumlah biaya tetap dan variabel dari usahanya. Oleh sebab itu, ketika tiba saatnya melakukan pembayaran tagihan, ternyata keuntungannya banyak tersedot.

Agar bisa menerapkan cara mengatur keuangan bisnis online dengan baik, perlu terlebih dahulu mengetahui perbedaan antara kedua biaya tersebut. Pengeluaran tetap adalah sejumlah uang yang harus dikeluarkan setiap bulannya.

Beberapa pos yang termasuk dalam pengeluaran tetap adalah tagihan listrik, air, telepon, internet, dan gaji karyawan. Pengeluaran ini secara rutin harus selalu dikeluarkan, meskipun terkadang ada sedikit selisih pada nominalnya.

Baca juga : 8 Ide Toko Online yang Mudah Dijalani dan Dijamin Laris

Adapun biaya variabel adalah jenis pengeluaran yang dikeluarkan ketika melakukan operasional kegiatan usaha. Contohnya biaya produksi, berupa pembelian bahan baku, ongkos tenaga lepas, harga kemasan, dan sebagainya.

Apabila bergerak di bidang penjualan, biaya variabel meliputi, uang kulakan, harga kemasan, ongkos kirim, dan sebagainya. Dengan mengetahui biaya-biaya ini, pengaturan keuangan lebih terkontrol.

5. Mengetahui Harga Pokok Penjualan 

Terlihat sepele, tetapi cara mengatur keuangan bisnis online yang selanjutnya ini juga cukup penting. Apabila tidak mengetahui HPP (Harga Pokok Penjualan) akan sulit menentukan berapa keuntungan bersih tiap-tiap produk. 

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, nilai omset bukanlah keuntungan suatu bisnis. Masih ada biaya yang harus dikeluarkan. Setelah omset dikurangi biaya-biaya tersebut, barulah nominal keuntungan dapat diketahui.

6. Tertib dalam Pencatatan

Seberapa efektif cara mengatur keuangan bisnis online dapat tampak dari tertib tidaknya pencatatannya. Bisnis yang tidak tercatat dengan baik, berisiko mengalami kekacauan keuangan yang berdampak pada kehancuran perlahan.

Ini bukanlah sebuah hiperbolik semata, sebab memang begitulah keadaannya. Banyak pebisnis online, terutama yang pemula, merasa pencatatan secara rutin dan mendetail tidaklah perlu, sehingga cenderung mengabaikannya.

Pada awalnya, bisa jadi tidak ada efek yang tampak. Namun, lambat laun, ketika usahanya sudah tampak berkembang, ternyata keuangannya justru morat-marit. Saat itu, penelusuran catatan keuangan cukup merepotkan karena sudah terlanjur kacau.

Jadi, sejak masih awal, buatlah pencatatan harian secara mendetail, tertib dan jujur. Kembali lagi, bersikaplah sebagai karyawan dengan dedikasi tinggi, bukan memosisikan diri sebagai pemilik.

Beberapa Kesalahan Dalam Mengelola Keuangan Bisnis Online

Setelah mengetahui cara mengatur keuangan bisnis online, tentu akan tampak beberapa kesalahan yang sering terjadi. Berikut ini adalah beberapa kesalahan dalam mengelola keuangan bisnis.

1. Mengabaikan Rencana Keuangan

Cara mengatur keuangan bisnis online tanpa tujuan justru akan membuat bisnis berjalan tanpa arah. Sebaiknya, buatlah perencanaan keuangan secara jelas dan berorientasi pada pengembangan usaha. 

Banyak pebisnis yang membiarkan operasional usahanya sekadar mengalir begitu saja, tanpa adanya tujuan yang jelas. Asalkan ada keuntungan, biarpun sedikit, sudah langsung puas.

Pengelolaan keuangannya pun biasanya hanya sekadar mencatat uang keluar dan masuk. Cara ini, jelas membuat usaha sulit berkembang.

2. Enggan Belajar Akuntansi

Secanggih apapun cara mengatur keuangan bisnis online, apabila pemilik bisnisnya enggan belajar akuntansi, kekacauan bisa saja terjadi. Kesalahan menerjemahkan informasi akuntansi bisa membuat pemilik keliru dalam melihat posisi keuangan bisnis.

Kondisi ini pada akhirnya akan membuat pemilik bisnis sering mengambil keputusan yang salah. Akibatnya, lambat laun usaha pun menjadi kacau.

3. Kurang Mampu Mengidentifikasi Prioritas Pengeluaran

Ada kalanya keinginan untuk segera ekspansi usaha membuat pebisnis membuat keputusan yang terburu-buru. Imbasnya adalah adanya pengeluaran yang sebenarnya tidak terlalu perlu atau kurang berimbas pada pengembangan bisnis.

Keputusan pengeluaran yang kurang tepat ini juga bisa membuat keuangan bisnis menipis. Bahkan, lambat laun, bisa jadi sebagian besar keuntungan justru dibelanjakan untuk hal yang tidak perlu.

4. Tidak Menyiapkan Dana Cadangan

Dalam menjalankan sebuah bisnis, tentu saja akan ada kendala yang mungkin terjadi secara mendadak. Bisa jadi, kendala tersebut lolos dari prediksi sebelumnya. Di sinilah pentingnya menyiapkan dana cadangan, agar keuangan bisnis tidak terganggu.

Jika Anda sedang membutuhkan sebuah Hosting, silahkan order Produk Unlimited Hosting Murah Di Niagahoster dan masukkan kode kupon DIKAOFFICIAL agar Anda mendapatkan diskon 5%.

Terapkan cara mengatur keuangan bisnis online tersebut di atas agar bisnis berjalan dengan baik. Pastikan agar keuangan berjalan dengan sehat, sehingga pengembangan usaha dapat dilakukan tepat waktu tanpa ada kendala.

Semoga bermanfaat.
Terima kasih.